Universitas Lampung
http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144
RATNA WIJAYA, PRINCESS D. ISLAMY, dan DEWI AGUSTINA IRYANI
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNILA
E-mail : iryani_dewi@yahoo.co.id
ABSTRAK
Berkaitan dengan isu lingkungan yang melarang penggunaan kayu hutan secara berlebihan,
mendorong dilakukan upaya-upaya pencarian bahan baku kertas selain kayu. Pulp merupakan
kumpulan serat selulosa. Selain kayu, serat untuk pulp dapat diperoleh dari bahan-bahan nonkayu
seperti jerami, rumput-rumputan dan limbah-limbah padat perkebunan seperti Tandan
Kosong Kelapa Sawit.. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) mempunyai tingkat
ketersediaan yang besar dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ditinjau dari jumlahnya,
maka TKKS sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pulp serta bahan-bahan
kimia lain.
TKKS termasuk biomassa lignoselulosa, yang kandungan utamanya adalah selulosa 45,95%,
hemiselulosa 22,84% dan lignin 16,49% [Darnoko, 1992]. Kandungan selulosa yang cukup
tinggi tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp untuk kertas.
Teknologi pembuatan pulp secara konvensional mempunyai beberapa kelemahan antara lain
kualitas kertas yang kurang baik, memerlukan energi yang cukup besar serta prosesnya tidak
ramah lingkungan. Metode pembuatan pulp yang ramah lingkungan antara lain dapat
dilaksanakan dengan memanfaatkan agen biologis seperti enzim dari jamur, proses ini
disebut juga proses biopulping. Proses biopulping pada intinya adalah proses delignifikasi
secara biologis.
Penelitian ini berkaitan dengan pengembangan proses delignifikasi TKKS dengan
menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium. Dari penelitian ini terlihat bahwa
penggunaan jamur P. chrysosporium dengan waktu inkubasi selama 2 minggu menunjukkan
adanya penurunan lignin cukup menggembirakan yaitu sebesar 6,78%, penurunan bilangan
Kappa sebesar 4,16% dan penurunan selulosa rata-rata sebesar 1,05%. Hal ini menunjukkan
bahwa jamur P. Chrysosporium dalam aktivitas lignolitiknya tidak menyebabkan terjadinya
penurunan selulosa secara signifikan sehingga proses biopulping ini dapat dipertimbangkan
sebagai proses pulping yang ramah lingkungan dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya.
Keywords : pulp, lingkungan, biopulping